10 HAL: HINDARI SAAT MENDESAIN LOGO

Posted on

Sangat manusiawi disaat kita menginginkan beroleh suatu hal yang kita menginginkan bersama sempurna.  Begitupun sementara kita mendesain logo, mau ga mau kita dituntut untuk membuahkan karya yang menarik, meaningful, memorable, dan timeless.  Ada berbagai faktor yang yang mesti diperhatikan terkecuali ingin buat logo yang baik, baik untuk kita dan klien. Logo bakal digunakan dalam jangka sementara lama dan dalam berbagai media, maka persiapkanlah mulai berasal dari awal supaya file logo yang kita buat  tidak bakal merepotkan dikemudian hari.

Ada beberapa perihal (dan kemungkinan masih banyak perihal lain) di bawah ini yang semoga dapat jadi batasan dan pengetahuan disaat kita menginginkan memulai menyebabkan sebuah logo.  Silakan di cermati.  Hal-hal berikut tidak penting namun penting untuk diperhatikan, meskipun Anda sendiri yang bakal memilih mesti dan tidaknya.

1. Jangan Menggunakan Font Script Untuk Menulis Huruf Kapital
Biasanya huruf kapital terhadap font script dirancang untuk awal kata, begitu terhitung bersama huruf bertipe handwriting.  Bolehlah kalo digunakan sebagai letter mark, namun disaat font script ditampilkan sejajar dalam huruf kapital semua…hmmm mengerikan

2. Jangan Memulai Membuat Logo Di Photoshop

Photoshop difungsikan untuk memproduksi gambar bitmap atau foto, sedang logo mesti dibikin dalam format vektor. Sebuah logo nantinya bakal diekplorasi untuk berbagai keperluan.  Kenapa mesti format vektor? Karena format ini fleksibel, tidak mengalami reduksi disaat dilaksanakan pembesaran tanpa batasan maksimal ataupun untuk melakukan pengeditan dikemudian hari bakal lebih mudah, disamping ukuran file yang relatif kecil.  Untuk memulai mendesain sebuah logo, memakai file pengolahvektor layaknya Illustrator & Coreldraw. File vektorbiasanya memiliki ekstensi file .EPS . AI .CDR .SVG dan .SWF (digunakan di Flash animasi).

3. Jangan Menggunakan Bitmap Sebagai Bagian Dari Logo

Kesulitan bakal singgah sesudah itu terkecuali Anda melakukannya.  File bitmap bersama resolusi kecil tidak bakal maksimal disaat dilaksanakan pembesaran. Sementara terkecuali gambar resolusi tinggi, ukuran file-nya benar-benar besar.  Dengan kata lain, file vektor dan bitmap ini tidak berjodoh sementara dipertemukan di pelaminan sebuah karya logo  — dan lebih kritis lagi, Anda bakal mengalami banyak ada problem disaat diterapkan di sarana lain.

4. Jangan Menggunakan Grafis Auto-Trace Sebagai Bagian Utama Sebuah Logo

Illustrator miliki Live Trace, CorelDraw miliki Trace Bitmap.  Keduanya dirancang untuk mempengaruhi bitmap jadi vektor.  Namun disaat sumber gambar asli resolusinya rendah, hasil tracing tidak bakal maksimal.  Disamping itu, bakal terjadi banyak penumpukan grafis yang tidak tahu dan tidak beraturan.  Ini bakal jadi persoalan disaat memasuki proses printing dan sebagainya.  Anda pasti tau, sebuah gambar vektor hasil auto-trace kadang miliki ratusan lebih-lebih ribuan shape yang jadi satu.  Betapa susahnya disaat mesti memilah satu demi satu.

5. Jangan Menggunakan Filter Efek Khusus Yang Berlebihan

Filter dampak layaknya bayangan, cahaya, glow, flare ataupun bevel kemungkinan bagi beberapa orang bakal terlihat indah namun bukan untuk sebuah logo. Gunakan warna-warna flat terutama dahulu sebab cocok fungsinya, logo bakal diterapkan ke berbagai media. Bolehlah terkecuali Anda menginginkan bereksperimen bersama efek2 khusus sebagai versi 3D, jadikan itu pekerjaan ke dua sesudah dasar logo udah final.

6. Jangan Menjiplak Gambar Yang Anda Temukan Di Internet
Sangat mudah.  Ketika Anda menginginkan menyebabkan logo untuk perusahaan bernama Capung Terbang misalnya; buka Google Images, searching bentar, cari-cari yang menarik… eh ketemu foto capung yang keren.  Simpan gambar lalu tarik ke dokumen untuk di-trace.  Dan hasilnya memuaskan.  Tapi tunggu dulu, foto itu sebuah karya dan hak cipta udah menempel didalamnya.  Sebuah logo butuh orisinalitas bukan sebuah karya menarik yang dibikin dalam seketika bersama menjiplak karya orang lain.

7. Jangan Mencampur Warna RGB Dan CMYK
Illustrator versi baru mengijinkan Anda mencampurkan warna RGB dan CMYK dalam satu halaman.  Ini kemungkinan fitur menarik, namun berhati-hatilah disaat menyebabkan sebuah logo, lebih-lebih logo yang bakal mengalami proses pencetakan/printing.  Percampuran warna berasal dari CMYK ke RGB atau sebaliknya tidak dapat mengkonversi otomatis berasal dari satu palet ke palet yang lain.  Lebih bijaksana terkecuali Anda memakai satu palet warna untuk satu pekerjaan,  CMYK untuk proses pencetakan dan RGB untuk tampilan di monitor atau website.

8. Jangan Menggunakan Stroke Untuk Outline Logo

Membuat outline untuk logo bersama stroke sebetulnya langkah cepat dan praktis.  Tapi disaat logo mengalami pembesaran atau pengecilan, garis berikut bakal mengganggu disaat tidak ‘scale with image’ (meskipun di CorelDraw tersedia menu untuk ini). Garis-garis yang tidak terkontrol bakal membesar disaat objek dikecilkan dan sebaliknya.  Dan ini bakal jadi tidak menarik.  Gunakan garis path untuk mebuat outline sebab ini bakal jadi lebih stabil untuk berbagai proses penerapan logo.  Di Illustrator dapat memakai offset path dan di CorelDraw dapat memakai dampak Contour.

9. Jangan Lupa Meng-Konversi Font/Huruf

Ketika file logo udah final dan siap dikirim ke klien atau menginginkan dipindah ke computer lain, jangan lupa mengkonversi font jadi garis basic/kurva.  Ini untuk hindari persoalan kompabilitas.

10. Jangan Membiarkan Garis / Shape Vektor Terbuka

Jangan lupa mengumpulkan garis-garis yang terbuka atau bersama kata lain menyebabkan dalam bentuk yang sebenarnya.  Illustrator sebetulnya mengijinkan mengisi warna terhadap shape yang terbuka (dan di CorelDraw pun tersedia pilihan ‘Fill open curves’ meskipun tidak di default).  Akan terlihat bagus di monitor (meskipun shape terbuka) namun persoalan bakal timbul dalam proses output. Jadi senantiasa berhati-hati dalam perihal ini