Koran Tempo Tetap Terbit, Versi Cetak Diperkaya Format Digital

Posted on

 

Produk digital yang sedang dikembangkan Tempo, kata Arif, baik Koran Tempo dan majalah Tempo tetap muncul sama serupa bentuknya dengan versi cetak, yang diperkaya bentuk digital dan juga banyak iklan koran dikoran ini . Langkah ini guna mengatasi kekurangan yang sekitar ini dirasakan versi cetak.

Produk versi cetak, menurut keterangan dari Arif, guna sampai ke tangan pembaca memerlukan waktu. Rantai ekspedisi di samping berliku, khususnya pelanggan yang sedang di daerah, pun panjang. Seharusnya pembaca di wilayah mendapatkan produk Tempo pagi hari, sama laksana pelanggan yang tinggal di dekat Jakarta dan Bandung. “Pembaca punya hak untuk merasakan produk Tempo tepat waktu,” ucap Arif Zulkifli.

Karena itu, manajemen Tempo mengembangkan produk digital yang dapat diakses pembaca semenjak dinihari. Koran Tempo versi digital terbit masing-masing hari semenjak pukul 01.00. Bahkan Majalah Tempo versi digital dapat diakses semenjak Sabtu, atau dua hari sebelum versi cetak beredar masing-masing Senin.

Arif menambahkan, Tempo versi digital bukan laksana produk Tempo.co yang diakses secara gratis. Tempo Digital ialah produk berbayar yang lebih tercapai dibanding harga versi cetak. Tempo sengaja hendak mengajak pembaca supaya berpindah dari cetak ke digital.

“Cara ini harusnya efektif sebab gadget kini bukan barang mahal dan gampang dicari. Hampir seluruh orang telah akrab dan punya gadget,” tutur Arif.

Digitalisasi produk media massa, kata Arif, pun sedang dilaksanakan sejumlah media internasional di luar negeri. Bahkan sebanyak negara sudah menghapus versi cetak untuk meminimalisir ongkos buatan dan pemakaian kertas.

Produk digital dipercayai memotong ongkos produksi dalam jumlah besar. Inilah, menurut keterangan dari Arif, yang dinamakan sebagai demokratisasi dan desentralisasi media massa. Pembaca juga dapat mengakses Tempo Digital dengan harga lebih murah dan lebih cepat.