TEKNIK DAN TRIK PRESENTASI

Posted on

Presentasi, adalah perihal yang biasa dan tentu seluruh orang alami khususnya yang orang-orang berkarier atau dulu menempuh pendidikan baik tingkat SMP, SMA atau perguruan tinggi.

Hal klasik yang tentu dialami oleh tukang presentasi adalah bagaimana caranya perihal yang dipresentasikan itu bener-bener dilihat, dipahami dan dipahami oleh orang yang kita hadapi. Seperti pengertian presentasi itu sendiri kan gimana caranya kita menerangkan apa maksud kita dengan cara lisan dan menambahkan sarana visual (peraga, slide proyektor, dsb) kalo ada.

Nah, yang akan saya bahas di sini adalah presentasi yang memanfaatkan sarana visual, khususnya dengan powerpoint.

Selain atas gagasan dan keinginan dari senior dan teman-teman saya supaya berisi artikel gimana cara bikin presentasi yang asik, Seperti masalah klasik tadi juga, kadang-kadang berjalan hal-hal seperti penguji, dosen ataupun bos kita menghadapi presentasi kita dengan tampang ogah-ogahan, menyimak sambil liat-liat/baca-baca modul yang kita bagikan, sambil berkata dengan temannya mengomentari presentasi kita.

Maksud hati sih kepengen bapaknya menyimak terus, padahal ada slide-slide yang kita jadikan andalan terhadap presentasi kita, eh, malah ga diperhatikan. Ga’ asik kan…hehe

Nah, itulah… gimana cara kita supaya pandangan para penguji/dosen/bos kita itu ga’ berpaling dari presentasi yang kita sajikan, akan saya bahas disini.

1. Sajikan Hal Penting atau Hal-hal yang Menarik saja.

Dengan kata lain, tidak harus didalam tiap-tiap presentasi kita harus menampilkan seluruh perihal yang kita sajikan. Bayangkan saja, kalo sekiranya makalah/proposalnya 100lembar, kalo seluruh dipresentasikan mampu makan sementara 1 jam-an. Waktu ideal presentasi adalah 10-15 menit. Lebih dari itu, para audience mampu jadi enteng jenuh dan tak fokus lagi. Sajikan saja hal-hal yang menarik dan perlu dari bahasan kita. Hal-hal seperti pengertian umum (yang kira2 seluruh audience terhitung dah terhadap ngerti) ga harus ditampilkan ato malah dijelaskan panjang lebar, paling tidak lumayan point nya aja.

2. Banyakin Point-Point dan gambar dari terhadap tulisan selama dan sejauh mata memandang. Tanpa perhitungkan Isinya, slide Mana yang lebih baik menurut mu?

Dua contoh slide diatas adalah Slide A yang berisikan seluruh pengertian (penyaji tinggal membaca saja), dan Slide B yang berisikan perihal Poin-poin (Penyaji harus memberi tambahan penjelasan).

Hal ini yang paling banyak dilakukan oleh para tukang presentasi (tapi jangan samakan dengan slide guru ngasih penjelasan lho, beda itu).

Sebenarnya tidak salah sih, menampilkan penjelasan panjang lebar di slide, bahkan pake font 12 trus sampe 15 baris, dari 10 audience, paling pol terhitung Cuma 1-2 orang yang baca, males.

Memberikan tulisan terhadap slide, secara tidak segera memaksa audience untuk membaca. Karena itu, sajikanlah tulisan yang perlu saja.

contohnya :

Tampilan B paham lebih menarik dari terhadap Slide A yang memaksa Audience membaca isikan slide tersebut. Apabila Slide B diberikan penjelasan yang terlampau paham dan menarik, tentu penilaian presentasi dan pemahaman Audience akan lebih baik.